Upacara Hari Pendidikan Nasional MTsN 4 Surabaya 2026: Lautan Siswa & Guru Berpakaian Adat Peringati Pendidikan Karakter

Upacara Hari Pendidikan Nasional MTsN 4 Surabaya 2026: Lautan Siswa & Guru Berpakaian Adat Peringati Pendidikan Karakter

Surabaya, 2 Mei 2026 – MTsN 4 Kota Surabaya memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 melalui upacara bendera megah pada Sabtu (02/05/2026) pukul 07.30 WIB di lapangan utama, diikuti para siswa/siswi kelas 7, seluruh dewan guru, dan pegawai dalam semangat kebangsaan dan pendidikan karakter Islami.

Lautan Pakaian Adat Ratusan Peserta – Simbol Keberagaman

Pemandangan menakjubkan tercipta saat seluruh siswi, ibu guru, dan pegawai wanita memakai pakaian adat lengkap: kebaya encim Surabaya, batik kawung Yogyakarta, songket Palembang, dan tenun Flores, menciptakan lautan adat yang memukau. Siswa putra mengenakan beskap Jawa Timur dan ulos Batak, melambangkan keberagaman budaya Nusantara dalam bingkai pendidikan nasional. Upacara dipimpin petugas siswa kelas 7 dengan khidmat, menunjukkan kematangan kepemimpinan generasi muda MTsN 4.

Amanah Pembina Upacara: Peran Penting Madrasah untuk Kemajuan Pendidikan

Ibu Dyah Argarini, S.Pd., M.Pd., selaku Pemimpin Upacara menyampaikan amanat inspiratif, “Pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan ilmu pengetahuan, tapi juga pembentukan karakter peserta didik, menjadi pribadi yang berkarakter luhur dan berakhlakul karimah, sehingga menjadi insan yang siap menyongsong masa depan guna kemajuan bangsa dan negara.”

Beliau menekankan madrasah menargetkan 90% siswa hafizh Qur’an + lulusan karakter melalui program unggulan Madrasah. Melalui Adiwiyata dan literasi digital, mencetak generasi emas Indonesia 2045 yang berilmu, berakhlak, dan berteknologi.

Harapan Ibu Siti Ekawati: Pendidikan Holistik Era Digital

Ibu Siti Ekawati, S.Pd., Wakil Kepala Kurikulum MTsN 4, berbagi harapan, “Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum merefleksikan bahwa pendidikan harus holistik: akademik, karakter, dan skill digital. Para siswa-siswi MTsN 4 harus mahir teknologi, dan dapat mengikuti arus perkembangan zaman. Tentunya sambil tetap membawa identitas bangsa dengan bangga dan berakhlak mulia.

Simbol Pendidikan Nasional & Doa Bersama

Upacara ditutup dengan pembacaan UUD 1945, doa keselamatan bangsa, dan foto bersama lautan pakaian adat yang menjadi momen ikonik Hardiknas MTsN 4 2026. Perwakilan siswi kelas 7 juga membacakan sejarah singkat peringatan Hari pendidikan Nasional, juga profil singkat dari Ki Hajar Dewantara. Sang bapak pendidikan bangsa. Hal ini membawa suasana haru dan menjadi penguat pundak para pendidik, mengingatkan kita kembali betapa mulia dan luhurnya pendidikan.

Ibu Dyah Argarini menegaskan komitmen, “Hardiknas 2026 menjadi titik tolak MTsN 4 mencetak generasi hafizh Qur’an baru, juara Adiwiyata Kota, dan content kreator muslimah yang membawa pendidikan Islam Nusantara ke panggung dunia digital.”

Tinggalkan Balasan