Pramuka Garuda MTsN 4 Kota Surabaya Ikuti Rekor MURI di Gelora Bung Tomo

Pramuka Garuda MTsN 4 Kota Surabaya Ikuti Rekor MURI di Gelora Bung Tomo

MTsN 4 Kota Surabaya kembali menorehkan kebanggaan melalui keikutsertaan siswa-siswi Pramuka Garuda dalam kegiatan Pramuka Garuda Kota Surabaya yang digelar pada 19–20 Juni 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah yang sarat makna, semangat kebersamaan, dan penguatan karakter kepanduan.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Suasana penuh semangat, disiplin, dan kekompakan terasa sepanjang acara, mencerminkan nilai-nilai dasar kepramukaan yang terus ditanamkan kepada generasi muda. Partisipasi siswa-siswi MTsN 4 Kota Surabaya dalam agenda ini menjadi bentuk nyata pembinaan karakter yang berkelanjutan di lingkungan madrasah.

Puncak Kegiatan dan Rekor MURI

Puncak kegiatan berlangsung sangat mengharukan dan berkesan melalui pemecahan Rekor MURI pada beberapa agenda besar, yaitu:

  • Pengukuhan Pramuka Garuda, yang diikuti oleh 65.000 peserta dari golongan Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.
  • Aksi Basuh Kaki Orang Tua, yang melibatkan total 130.000 peserta berupa pasangan anak dan orang tua.
  • Demonstrasi Semaphore, yang diikuti serentak oleh 41.337 peserta.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menunjukkan kekuatan organisasi pramuka dalam menyatukan ribuan peserta, tetapi juga menegaskan pentingnya pendidikan karakter yang menyentuh aspek spiritual, sosial, dan emosional. Momen basuh kaki orang tua menjadi simbol penghormatan kepada orang tua sekaligus pengingat akan pentingnya bakti seorang anak.

Makna dan Harapan

Keikutsertaan Pramuka Garuda MTsN 4 Kota Surabaya dalam kegiatan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah. Selain sebagai ajang prestasi, kegiatan ini juga memperkuat nilai kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, serta rasa cinta kepada orang tua, bangsa, dan masyarakat.

Semoga pengalaman berharga ini menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berprestasi dan menjaga semangat pengabdian. Sebab, prestasi tertinggi seorang Pramuka tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari karakter mulia yang tercermin dalam sikap sehari-hari.

Tinggalkan Balasan